jpnn.com, JAKARTA - Ahli gizi dan juga Founder Gizi Nusantara Esti Nurwanti mengatakan penggunaan kental manis sebagai pengganti susu anak-anak tidak memberikan manfaat gizi.
Jutsru kental manis bisa membentuk preferensi rasa manis pada anak sejak dini. Maka dari itu kental manis seharusnya diposisikan sebagai bahan tambahan pangan, bukan pengganti susu.
“Kental manis tidak direkomendasikan sebagai minuman susu untuk anak. Kandungan utamanya adalah gula, sementara protein dan kalsiumnya relatif rendah dibandingkan susu cair atau susu bubuk,” tutur Esti.
Esti menekankan anak-anak sekolah yang sedang masa bertumbuh tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
“Susu yang ideal untuk anak adalah yang mengandung protein cukup, kaya kalsium dan vitamin D, dengan gula tambahan minimal, serta aman dan sesuai usia,” ungkap Esti.
Esti menyebut jika kandungan susunya sangat kecil, maka kontribusi protein, kalsium, dan mikronutrien alaminya juga rendah, kecuali jika ditambahkan melalui fortifikasi. Padahal, anak usia sekolah membutuhkan asupan protein dan kalsium yang cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan tulang dan massa otot.
“Untuk anak-anak, terutama usia sekolah, kebutuhan gizinya sedang tinggi. Kalau tujuan pemberian susu adalah mendukung pertumbuhan, maka produk dengan kandungan susu sangat kecil tentu tidak optimal,” ucap Esti.(mcr10/jpnn)














































