jpnn.com, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu menyuarakan kritik dan dukungannya terhadap guru honorer yang masih berjuang untuk pengangkatan status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kritik ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya dengan menyoroti perbedaan perlakuan terhadap guru honorer dan petugas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam e-flyer bernada sindiran yang dibagikannya, Adian membandingkan nasib guru yang telah mengabdi selama 20 tahun namun statusnya masih honorer, dengan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG yang baru mendaftar langsung diangkat sebagai PPPK. "Agak Laen," tulis anggota DPR RI itu dalam unggahannya.
Adian merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Dalam pasal 17 perpres tersebut diatur bahwa pegawai SPPG diangkat sebagai PPPK sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
"Kami mendukung penuh program-program pemerintah yang bertujuan menyejahterakan rakyat, termasuk MBG. Namun, di saat yang sama, tidak bisa ditutup mata bahwa ada ketimpangan yang terasa bagi para guru honorer yang telah puluhan tahun mengabdi namun statusnya masih tak pasti," kata Adian Napitupulu menanggapi unggahannya.
Kebijakan pengangkatan petugas dapur MBG sebagai PPPK ini, menurut Adian, justru menyoroti persoalan lama yang belum tuntas di sektor pendidikan. Ia mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian dan kepastian yang setara, jika tidak lebih, kepada para tenaga pendidik yang menjadi tulang punggung masa depan bangsa.
"Prioritas dan keadilan harus menjadi dasar. Jika petugas dapur untuk program yang baru berjalan saja langsung diangkat PPPK, seharusnya guru yang telah membentuk generasi bertahun-tahun lebih layak mendapatkan kepastian yang sama," pungkas Adian. (tan/jpnn)














































