jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman membeberkan total dampak kerusakan lahan dan sawah akibat bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai 98.002 hektare.
Amran menjelaskan, Aceh mengalami kerusakan terluas yakni 54.233 hektare yang tersebar di 21 kabupaten/kota, disusul Sumatra Utara seluas 37.318 hektare di 15 kabupaten/kota, serta Sumatra Barat seluas 6.451 hektare di 14 kabupaten/kota.
Dari keseluruhan luas tersebut, kerusakan dengan kriteria ringan hingga sedang mencapai 69.240 hektare, terdiri atas kerusakan ringan seluas 48.969 hektare dan kerusakan sedang seluas 20.271 hektare.
"Rinciannya, Aceh seluas 32.652 hektare, Sumatra Utara 32.964 hektare, dan Sumatra Barat 3.624 hektare," ujar Amran dikutip Sabtu (17/1).
Amran mengatakan, khusus di Kabupaten Aceh Utara, total kerusakan ringan-sedang tercatat seluas 8.237 hektare, dengan rincian kerusakan ringan 5.950 hektare dan kerusakan sedang 2.287 hektare.
Karena itu, Kementan memprioritaskan rehabilitasi pada lahan dengan kriteria kerusakan ringan dan sedang.
Tahap pengerjaan ditargetkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026, dengan target luas rehabilitasi di tiga provinsi mencapai 13.708 hektare.
Target tersebut terdiri atas Aceh seluas 6.530 hektare, Sumatra Utara 6.593 hektare, dan Sumatra Barat 3.624 hektare.














































