jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kadar kolesterol tinggi atau dislipidemia tidak bisa dipandang sebelah mata. Kondisi penumpukan lemak dalam darah ini berpotensi memicu kerusakan pembuluh darah, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan organ hati.
Dalam sesi edukasi kesehatan di Gedung Pusat Univesitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin (31/8), Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM dr. Gibran Ilham Setiawan menyebut kolesterol sebenarnya tetap dibutuhkan tubuh layaknya bumbu masakan.
"Namun, jika jumlahnya berlebihan dan berlangsung lama, plak pembuluh darah akan terbentuk," katanya.
Ada tiga jenis kolesterol yang perlu dipahami, yakni Low Density Lipoprotein (LDL) atau sering disebut kolesterol “jahat”, High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol “baik”, dan Trigliserida sebagai jenis lemak yang berasal dari sisa kalori.
Guna mencegah risiko penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh kolesterol tersebut, para pakar kesehatan UGM merumuskan 4 jurus yang bisa diterapkan masyarakat.
1. Tantangan 30 Hari Gaya Hidup Sehat
Langkah awal mengendalikan kolesterol dimulai dari membangun kebiasaan baru secara konsisten selama 30 hari.
Dokter Gibran menganjurkan masyarakat untuk mulai disiplin memantau pola makan, menjaga aktivitas fisik harian, memenuhi kebutuhan tidur, serta secara tegas membatasi konsumsi makanan digoreng, lemak jenuh, dan minuman tinggi gula.
2. Obat Bukan Pengganti Gaya Hidup
Banyak orang mengandalkan obat penurun kolesterol agar bisa bebas mengonsumsi makanan sembarangan.






































