jpnn.com, MEXICO CITY - Pemerintah Venezuela menyatakan 32 orang warga Kuba tewas akibat operasi militer Amerika Serikat.
Operasi militer AS ke Venezuela berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro awal bulan ini.
"Tiga puluh dua rekan kita dari Republik Kuba turut mengorbankan nyawa. Total 83 orang gugur dan lebih dari 112 lainnya terluka, yang kini dirawat oleh sistem kesehatan militer kita," kata Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez pada Jumat (16/1) dalam upacara pemberian penghargaan bagi personel militer dan warga sipil yang menjadi martir dalam serangan itu.
Padrino Lopez menyebut jumlah korban tewas termasuk 47 anggota Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB), termasuk sembilan perempuan, serta warga sipil.
Dia mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan kepada keluarga korban dan akan membangun monumen nasional untuk mengenang para pejuang yang gugur.
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, untuk kemudian diterbangkan ke New York.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasangan itu akan diadili atas dugaan terlibat dalam narkoterorisme dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Dalam sidang perdana di New York, keduanya menyatakan tidak bersalah.














































