Xi Ingin Jadi Mitra Amerika, Trump Sebut China Luar Biasa

3 hours ago 15

Xi Ingin Jadi Mitra Amerika, Trump Sebut China Luar Biasa

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Reuters

jpnn.com, BEIJING - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai pembicaraan bilateral yang ditunggu-tunggu di Balai Besar Rakyat Beijing, Kamis (14/5).

"Izinkan saya menyampaikan beberapa hal terlebih dahulu, kemudian saya ingin mengundang Anda, Presiden Trump, untuk menyampaikan pembukaan. Saya sangat senang bertemu Anda di Beijing. Selamat datang kembali ke China setelah sembilan tahun," kata Presiden Xi memulai sambutannya di hadapan Trump dengan didampingi para menteri kabinet.

Dalam pidato pembukaan sekitar 2 menit tersebut, Presiden Xi mengatakan saat ini, perubahan yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir sedang terjadi di dan situasi internasional sangat dinamis dan bergejolak. Dunia telah sampai pada persimpangan jalan baru.

"Karena itu kita harus menjadi mitra, bukan saling bersaing, seharusnya saling membantu untuk sama-sama berhasil dan sejahtera serta menemukan cara yang tepat agar negara-negara besar dapat berhubungan dengan baik satu sama lain," ungkap Presiden Xi.

Xi menyebut tahun ini adalah peringatan 250 tahun kemerdekaan AS dan memberikan ucapan selamat.

"Selamat kepada Anda dan rakyat Amerika. Saya selalu percaya bahwa kedua negara kita memiliki lebih banyak kepentingan bersama dari pada perbedaan. Keberhasilan satu negara merupakan peluang bagi negara lainnya, dan hubungan bilateral yang stabil tentu baik untuk dunia," tambah Presiden Xi.

Baik China maupun AS, ungkap Xi, akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian dari konfrontasi.

"Di era baru ini, saya menantikan diskusi kita tentang isu-isu utama yang penting bagi kedua negara kita dan dunia, dan bekerja sama dengan Anda untuk menentukan arah dan mengarahkan kapal raksasa hubungan China-AS, sehingga menjadikan tahun 2026 sebagai tonggak sejarah yang membuka babak baru dalam hubungan China-AS," tutup Xi.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai pembicaraan bilateral yang ditunggu-tunggu di Balai Besar Rakyat Beijing

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |