Tuntaskan S3 dalam 5 Semester, Yusof Ferdinand Bertekad Bantu Orang Lain

4 hours ago 15

Tuntaskan S3 dalam 5 Semester, Yusof Ferdinand Bertekad Bantu Orang Lain

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Yusof Ferdinand. Foto: dokumentasi Yusof Ferdinand

jpnn.com - GELAR setinggi apa pun tidak akan berguna jika tidak dipraktikkan untuk membantu orang lain.

Kalimat penuh makna tersebut menjadi prinsip utama Yusof Ferdinand yang resmi dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Hukum Universitas Pancasila dengan IPK 3,95 setelah menempuh lima semester di tengah kesibukannya sebagai praktisi.

"Jangan berhenti belajar dan membaca. Literasi hukum sangat penting. Gelar setinggi apa pun jika tidak dipraktikkan untuk membantu orang lain tidak akan berguna," katanya seusai wisuda pada Rabu (13/5).

Yusof mengatakan, perjalanan meraih gelar tertinggi akademik ini penuh dengan kerikil tajam. Sebagai praktisi hukum, ia harus membagi waktu secara presisi antara pekerjaan, keluarga, dan kewajiban tatap muka di kampus setiap sore hari.

Momentum tersulit muncul saat ia melakukan riset mendalam untuk menemukan kaidah hukum baru. Yusof mengaku sempat hampir menyerah akibat tingginya standar penelitian yang ditetapkan program studi.

"Ada niat bulat untuk mundur karena tuntutan riset ini tidak gampang. Namun, dukungan luar biasa dari istri dan anak-anak, serta teladan dari mentor saya, membuat saya bangkit kembali," ujarnya.

Yusof memilih topik penelitian yang cukup sensitif dan "mengusik" kenyamanan korporasi. Dia mengusung disertasi bertajuk "Pertanggungjawaban Korporasi dan Beneficial Owner dalam KUHP Akibat Perbuatan Turut Serta Melakukan Tindak Pidana Suap dengan Pendekatan Vicarious Liability".

Penelitiannya menyoroti fenomena di mana korporasi sering kali "mencuci tangan" saat terjadi kasus suap, membiarkan jajaran direksi masuk penjara, sedangkan entitas bisnisnya tetap melenggang bebas. 

Berhasil menuntaskan S3 dalam jangka waktu 5 semester, Yusof Ferdinand bertekad untuk membantu orang lain. Ini ceritanya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |