jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyoroti fenomena sepinya peminat sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai daerah pada tahun ajaran 2026/2027.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm serius untuk segera memperbaiki sistem penerimaan murid baru (SPMB) secara nasional.
Dia mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan fundamental SPMB dengan mengedepankan analisis data terkini terkait kesesuaian daya tampung dan potensi minat murid di setiap wilayah.
Data Kemendikdasmen menunjukkan kontraksi jumlah siswa SD yang signifikan, dari 27,58 juta murid pada 2011/2012 menjadi sekitar 23,9 juta pada 2024.
Ironisnya, jumlah unit sekolah dasar justru meningkat dari 61.566 pada 2003 menjadi 72.470 pada 2024, menciptakan ketimpangan besar antara kapasitas dan jumlah siswa.
"Perencanaan yang asimetris ini harus segera dibenahi. Jangan sampai pembangunan fisik sekolah tidak lagi sejalan dengan realitas demografis dan minat masyarakat," tegas Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7).
Anggota Komisi X DPR itu menyampaikan dibutuhkan sistem penerimaan murid baru yang cerdas, berbasis data, dan adaptif terhadap perubahan.
"Penataan jaringan sekolah dasar negeri tidak bisa lagi dilakukan secara parsial," ujar Rerie.








































