jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo KH Abdul Wahid Harun mengusulkan perubahan sistem pengelolaan penyaluran makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia berharap ke depan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat dilakukan secara internal oleh pihak pondok.
Usulan tersebut disampaikan setelah KH Abdul Wahid Harun menerima kunjungan staf khusus kepresidenan ke Ponpes Manbaul Hikam. Kunjungan itu disebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi santri setelah terjadinya dugaan keracunan makanan.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari pemerintah pusat. Harapan kami kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Program yang sebenarnya baik jangan sampai ternoda karena kelalaian dalam proses," kata KH Abdul Wahid Harun di Ponpes Manbaul Hikam, Jumat (4/9).
Menurut dia, pihak pondok sebelumnya telah berdiskusi dengan staf Wakil Presiden. Dalam pembahasan tersebut muncul gagasan agar sistem penyaluran makanan diubah sehingga pengelolaan dapat dilakukan langsung oleh lembaga.
KH Abdul Wahid Harun menyebut konsep tersebut terinspirasi dari sistem yang diterapkan di Malaysia dan Singapura. Nantinya, dana program disalurkan kepada lembaga, sedangkan proses pengadaan hingga penyajian makanan dilakukan oleh pihak pondok.
"Jadi, bukan lagi makanan datang dari luar. Dana disalurkan ke lembaga, kemudian pondok sendiri yang mengelola. Ini sudah kami diskusikan dengan staf Wapres dan mendapat respons positif," ujarnya.
Dia menilai persoalan waktu antara proses memasak hingga makanan dikonsumsi santri menjadi salah satu pertimbangan penting.









































