jpnn.com, JAKARTA - Manajer Databoks Jamalianuri mengatakan bahwa tren pencarian informasi terkait zakat dan donasi digital menunjukkan peningkatan setiap Ramadan.
Hal itu diungkapkan Jamalianuri saat diskusi rangkaian Ramadan Baik Bersama Katadata, di Taman Literasi Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Jamalianuri menyebut data juga memperlihatkan kanal digital makin menjadi pilihan masyarakat, khususnya generasi muda karena dinilai lebih praktis, transparan, dan dapat diakses kapan saja.
“Literasi zakat meningkat seiring kemudahan akses informasi. Tantangannya adalah memastikan pemahaman publik tentang ke mana dana disalurkan dan dampak sosialnya,” ujar Jamalianuri.
VP Finance and Business Development Katadata Ivan Triyogo Priambodo menekankan potensi zakat sebagai instrumen dampak sosial yang berkelanjutan.
Sebab, zakat bukan sekadar kewajiban individual.
“Namun, investasi sosial yang dampaknya bisa dirasakan lebih luas ketika dikelola dengan baik,” tuturnya.
Di sisi lain, penulis sekaligus pendakwah Husein Jafar Al Hadar yang hadir dalam acara tersebut mengajak audiens menata ulang cara memandang rezeki, kepemilikan, dan makna hidup.


















.jpeg)

























