jpnn.com, JAKARTA - Staffinc, perusahaan penyedia solusi ketenagakerjaan terdepan di Indonesia mencatat perkembangan kebutuhan tenaga kerja lintas industri pada kurun waktu 2025-2026.
Chief Commercial Officer Staffinc Margana Mohamad menyampaikan ada penguatan kapabilitas di sektor Fast-Moving Consumer Good (FMCG) serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan kesiapan tenaga kerja.
“Tren ini mencerminkan pergeseran kebutuhan bisnis, di mana tenaga kerja tidak lagi hanya dituntut siap kerja, tetapi juga mampu mendorong kinerja secara langsung,” ujar Marganda dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/4).
Seperti diketahui, World Economic Forum bertajuk “The Future of Jobs Report 2023” mencatat bahwa sekitar 44 persen keterampilan pekerja perlu diperbaharui dalam beberapa tahun ke depan.
Sebab, kompleksitas mulai dari distribusi multi-channel hingga tuntutan kecepatan dan konsistensi layanan membutuhkan performa tenaga kerja di lapangan.
Menanggapi tren tersebut, Staffinc menyiapkan sejumlah fokus strategis untuk 2026, mulai dari penguatan pengukuran kinerja tenaga kerja hingga integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses rekrutmen.
“Ke depan, tantangannya bukan hanya soal ketersediaan tenaga kerja, tetapi bagaimana memastikan kualitas dan konsistensi kinerja mereka,” ujar Marganda.
Sepanjang 2025-2026, Staffinc juga melihat adanya pergeseran kebutuhan dari klien yang makin menekankan pada kualitas eksekusi dan kontribusi tenaga kerja terhadap produktivitas.








































