Trauma Kejadian Kurnia Meiga, Arema Menimbun Kiper Timnas

3 days ago 20

Trauma Kejadian Kurnia Meiga, Arema Menimbun Kiper Timnas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pasukan Arema FC. Foto: diambil dari ileague

jpnn.com - Keputusan Arema FC mengumpulkan empat kiper lokal berlabel Timnas Indonesia untuk mengarungi Super League 2026/2027 ternyata bukan sekadar strategi transfer. Ada pengalaman pahit masa lalu yang masih membekas di benak manajemen Singo Edan.

CEO Arema, Iwan Budianto, kembali mengingat situasi ketika Kurnia Meiga harus menepi pada Liga 1 2017. 

Absennya sang penjaga gawang utama saat itu membuat Arema merasakan betapa berbahayanya jika sebuah tim hanya memiliki satu kiper yang benar-benar siap menjadi pilihan utama.

Pengalaman tersebut kini menjadi salah satu pertimbangan utama Arema dalam menyusun skuad musim baru.

Arema memilih tidak memperpanjang kebersamaan dengan kiper asing Lucas Frigeri setelah kontraknya berakhir.

Sebagai gantinya, Singo Edan mengambil keputusan berbeda dengan memperkuat sektor penjaga gawang menggunakan empat kiper lokal.

Adi Satryo dan Gianluca Pandeynuwu dipertahankan. Sementara itu, Arema menambah dua nama berpengalaman, yakni Syahrul Trisna Fadilla yang pernah memperkuat Timnas Indonesia senior dan Erlangga Setyo yang merupakan mantan kiper Timnas Indonesia U-23.

"Kalau kami sudah memutuskan tidak mengambil kiper asing, kami harus mengambil empat kiper lokal. Empat kiper tersebut harus memiliki kualitas yang relatif setara. Kalau tidak, kasus seperti Kurnia Meiga dulu bisa terulang," ujar Iwan Budianto melalui kanal YouTube Arema.

Arema FC memiliki empat penjaga gawang berlabel Timnas Indonesia. CEO Arema Iwan Budianto tak mau kejadian yang dialami Kurnia Meiga terulang lagi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |