jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares meminta Bonek dan Bonita tidak memberikan tekanan berlebihan kepada tim menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2026/27.
Tavares memahami tingginya ekspektasi suporter yang menginginkan Persebaya menjadi juara. Namun, menurut dia, tuntutan berlebihan justru berpotensi mengganggu fokus dan mental para pemain Bajul Ijo.
"Banyak (Bonek dan Bonita) bertemu saya berkata, juara coach, kita harus menang, kita wajib juara. Oke, pemain ingin memenangkan pertandingan berikutnya, dan itulah yang harus menjadi target tim," ucap Tavares dikutip dari laman ileague.id, Rabu (2/9).
Pelatih asal Portugal itu meminta suporter tetap realistis. Dia mengingatkan Persebaya sudah cukup lama tidak menjuarai kompetisi liga.
Tavares menyebut keberhasilan Persebaya menjuarai Piala Presiden 2026 memang menjadi pencapaian positif. Namun, menurut dia, kompetisi tersebut memiliki situasi yang berbeda dengan BRI Super League.
"Kami menjuarai Piala Presiden, semua orang senang, dan itu turnamen yang bagus. Persebaya belum pernah menjuarainya sebelum ini. Tapi sekarang (BRI Super League) situasinya berbeda," ujar Tavares.
"Persebaya 22 tahun tidak menjuarai kompetisi, jadi tolong jangan beri tekanan berlebih. Target saya sebagai pelatih adalah menyiapkan tim (terbaik) untuk (satu) pertandingan (ke) berikutnya, itu saja," imbuh dia.
Tavares juga menyinggung kekuatan finansial sejumlah klub yang menjadi pesaing Persebaya di kompetisi musim depan.





































