jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meminta publik bisa meneliti secara matang setiap pekerjaan dari luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi.
Publik, kata pakar hukum tata negara itu, perlu mengetahui secara pasti pemberi kerja, jenis karier, dan penempatan selama tugas.
”Jangan mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan penghasilan tinggi tanpa mengetahui secara jelas siapa pemberi kerja, apa pekerjaannya, dan di mana mereka akan ditempatkan, apalagi kalau kemudian pekerjaan tersebut ternyata berkaitan dengan kegiatan militer atau konflik bersenjata,” kata dia, Rabu (2/9).
Hal demikian dikatakan dia saat menyikapi kabar delapan WNI menjadi tentara Rusia seperti disampaikan intelijen Ukraina.
Yusril mengatakan pemerintah bakal berhati-hati menyikapi kasus delapan WNI menjadi tentara Rusia.
Misalnya, ketika negara ingin menjatuhkan sanksi terkait status kewarganegaraan maupun memberi perlindungan bagi delapan WNI.
"Kami harus mengetahui lebih dahulu fakta yang sebenarnya sebelum menentukan tindakan hukum terhadap mereka,” ujarnya.
Yusril melanjutkan kehati-hatian menjadi penting karena pemerintah perlu menelusuri pola perekrutan yang digunakan.








































