jpnn.com - PANGKALPINANG - Sejumlah Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyerap aspirasi para guru di Kota Pangkalpinang.
Penyerapan aspirasi melalui kegiatan reses dewan, guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
"Kemarin kita (DPRD Babel) telah melaksanakan kegiatan reses gabungan guna menyerap aspirasi serta mendengar langsung masukan, saran, dan kritik dari para kepala sekolah dan perwakilan guru-guru SMA, SMK, dan SLB se-Kota Pangkalpinang," kata Anggota DPRD Babel Eddy Iskandar di Pangkalpinang, Senin (19/1).
Dia mengatakan reses bersama tersebut menjadi forum bagi para tenaga pendidik untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah masing-masing.
"Kita (wakil rakyat) ingin mendengar langsung masukan dan kendala yang mereka hadapi, dari kegiatan itu kita membahas sejumlah isu krusial, salah satunya terkait perlindungan terhadap guru yang dinilai masih rentan mengalami perundungan," ujarnya.
Para guru meminta DPRD bersama Dinas Pendidikan membahas mekanisme perlindungan yang tidak hanya mencakup kekerasan fisik, tetapi juga aspek intelektual dan profesional sesuai Undang-Undang Guru dan Dosen.
Selain itu, ia mengungkapkan adanya laporan terkait konflik antara orang tua murid dan guru, serta kasus kekerasan yang melibatkan siswa dan tenaga pendidik, sehingga diperlukan pembahasan komprehensif agar tidak terjadi kriminalisasi maupun pelanggaran hak kedua belah pihak.
"Berbagai permasalahan ini harus dibahas bagaimana ke depan agar tidak ada lagi kriminalitas yang dilakukan guru maupun yang dialami siswa,” katanya.


















.jpeg)

























