bali.jpnn.com, DENPASAR - Siloam Hospitals Bali menjadi fasilitas kesehatan (faskes) pertama di Pulau Dewata yang menerapkan teknologi 3D Mapping System untuk tindakan ablasi jantung.
Inovasi ini terintegrasi langsung dengan teknologi Pulsed Field Ablation (PFA) guna membantu penanganan pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia.
Kehadiran teknologi pemetaan tiga dimensi ini menjadi milestone penting dalam pengembangan layanan elektrofisiologi di Siloam Hospitals Bali, memodernisasi metode pemetaan 2D yang digunakan sebelumnya.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Elektrofisiologi Siloam Hospitals Bali dr. I Made Putra Swi Antara, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, menjelaskan bahwa setiap denyut jantung diatur oleh sistem listrik.
Ketika sistem tersebut bermasalah, irama jantung menjadi tidak stabil.
"Tindakan ablasi adalah bagaimana tim medis memperbaiki kabel listrik yang bermasalah itu.
Analoginya seperti servis elektronik, mencari komponen mana yang rusak, lalu disolder atau diganti di bagian tersebut," ujar dr. I Made Putra Swi Antara di Sanur, Denpasar, Sabtu (29/8).
Sebelum teknologi 3D tersedia, prosedur ablasi konvensional hanya mengandalkan sinyal listrik jantung.





































