jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares memastikan dua pemain asing baru yang belum lama bergabung dengan skuad Bajol Ijo belum dapat diturunkan dalam laga terdekat. Kendala kebugaran dan proses adaptasi menjadi alasan utama.
"Mereka baru tiba kemarin. Mereka masih jet lag dan belum bisa bermain di pertandingan ini. Kedua pemain ini belum pernah bermain di Indonesia sebelumnya, bahkan salah satu dari mereka belum pernah bermain di luar Brasil," kata Tavares saat peresmian Persebaya Official Merchandise di Football Corner Decathlon Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (8/1).
Pelatih asal Portugal itu menjelaskan, manajemen dan tim pelatih sepakat memberikan waktu bagi kedua pemain untuk memahami skema permainan serta membangun chemistry dengan rekan setim.
Selain aspek teknis, Tavares menilai proses adaptasi terhadap lingkungan Kota Surabaya juga sangat penting bagi performa pemain asing anyar tersebut.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan perekrutan dua pemain tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi pasar transfer dan kemampuan finansial klub.
"Mereka datang karena berstatus bebas transfer atau bisa dilepas oleh klub sebelumnya. Selain itu, ini menyesuaikan dengan anggaran yang kita miliki. Persebaya sangat profesional dalam pengelolaan klub, terutama dalam ketepatan membayar gaji," ujarnya.
Meski mendatangkan pemain asing, Tavares menegaskan pihaknya tetap berkomitmen mengembangkan pemain lokal dan pemain muda yang telah ada di dalam skuad.
Dia menilai persaingan internal menjadi kunci untuk menjaga level performa tim tetap kompetitif.
"Kalau seorang pemain merasa tidak punya pesaing sungguhan, dia tidak akan bekerja keras. Dia mungkin hanya memberikan 60 persen kemampuannya," tutur Tavares.
Karena itu, dia menginginkan setiap posisi diisi minimal dua pemain dengan kualitas setara agar seluruh pemain selalu tampil maksimal.











































