jpnn.com, LAMPUNG TIMUR - Kodam XXI/Radin Inten bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar Gerakan Tanam Padi Serentak sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor untuk mendorong peningkatan produksi padi di daerah sentra pertanian.
Gerakan tanam padi tersebut dilaksanakan di Desa Braja Fajar dan Desa Braja Emas, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Selasa (20/1), dengan melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kartika Bina Tani.
Wilayah Way Jepara ditetapkan sebagai lokasi awal pendampingan dengan luasan mencapai 2.396 hektare.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan kehadiran TNI dan pemerintah provinsi menjadi dorongan signifikan bagi petani di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi prioritas strategis mengingat Lampung Timur merupakan salah satu lumbung padi utama di Provinsi Lampung.
“Lampung Timur memiliki luas lahan padi 55.952 hektare, terbesar kedua di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Ela menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.














































