jpnn.com, GIANYAR - Penyerang sayap Muhammad Rahmat resmi meninggalkan Bali United setelah kedua pihak sepakat untuk tidak memperpanjang kontrak kerja sama mereka.
Keputusan berpisah ini terjadi setelah masa kontrak sang pemain habis pada akhir musim kompetisi. Manajemen tim pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kerja keras pemain yang akrab disapa Rahmat itu.
“Terima kasih untuk perjuangan dan prestasi yang terukir bersama kami,” kata Chief Executive Officer (CEO) Bali United Yabes Tanuri di Gianyar, Jumat.
Pemain berusia 38 tahun itu resmi keluar dari skuad berjuluk Serdadu Tridatu setelah bergabung pada musim kompetisi 2020.
Saat itu, tim Bali akan menjalani dua kompetisi resmi di Liga 1 dan Liga Champions Asia.
Namun pertandingan baru berjalan tiga pekan, kompetisi domestik dihentikan sebelum akhirnya menyusul kompetisi Asia juga berhenti karena situasi pandemi COVID-19.
Selama sekitar enam tahun bersama tim yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pemain dengan tinggi 173 centimeter itu mengoleksi 27 gol dan 10 umpan gol untuk Bali.
Pada awal tahun kedatangannya, momen ketidakpastian akan berlangsungnya kompetisi dijalani Rahmat bersama Bali United.





































