jakarta.jpnn.com, JAKARTA - Menabung dana pendidikan anak nominal tetap berisiko membuat dana tidak cukup saat dibutuhkan. Hal ini karena inflasi menyebabkan biaya sekolah naik 5–10% setiap tahun. Oleh karena itu, penting menghitung dan mempersiapkan dana pendidikan anak sejak dini guna mengamankan nilai riil tabungan dan mengurangi beban finansial di masa depan.
Jika masih ada selisih dana, Anda bisa mempertimbangkan solusi pendanaan tambahan yang legal dan terukur risikonya, seperti menggunakan layanan tepercaya yang termasuk dalam pinjol yang terdaftar di OJK. Untuk informasi cepat, Anda bisa menghubungi no WA Tunaiku sebagai opsi pendanaan tambahan.
Cara Menghitung Estimasi Dana Pendidikan Anak sejak Dini
Untuk itu, berikut adalah 5 cara praktis menghitung estimasi dana pendidikan anak dengan mempertimbangkan kalkulasi biaya dan inflasi pendidikan.
1. Merencanakan Jenjang dan Target Pendidikan Anak
Langkah pertama adalah memetakan jenjang pendidikan yang akan dilewati, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Melalui pemetaan ini, Anda memiliki roadmap pendidikan anak yang jelas sehingga bisa menyiapkan perhitungan dana dengan lebih terarah dan realistis.
Catat usia anak saat ini dan perkirakan kapan ia akan memasuki tiap jenjang tersebut. Misalnya, anak berusia 5 tahun sekarang kemungkinan akan masuk kuliah pada usia 18–19 tahun.
Setelah itu, tentukan tipe sekolah atau kampus yang dituju, apakah negeri atau swasta, serta lokasi kuliah, apakah di kota asal atau luar kota.
2. Identifikasi Komponen Biaya Pendidikan di Setiap Jenjang
Setelah memetakan jenjang pendidikan, identifikasi komponen biaya yang perlu diperhitungkan. Kumpulkan data kisaran biaya dari situs resmi sekolah atau kampus agar perhitungan lebih akurat dan sesuai kondisi sebenarnya.


































