jabar.jpnn.com, SUBANG - Komunitas Seniman Sunda Bangkit (SSB) menggelar acara "Ngabuburit Bareng" yang diwarnai dengan pagelaran seni budaya khas Subang.
Ratusan warga antusias memadati lokasi acara yang dipusatkan di Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Minggu (15/3/2026).
Ketua Seni Sunda Bangkit, H. Oni Suwarman menjelaskan, kegiatan ini mengusung tema "Ngamumule Budaya, Ngaraketkeun Baraya".
Tema tersebut merupakan ajakan bagi masyarakat Jawa Barat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan warisan leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan.
“Seluruh pertunjukan dalam acara ini melibatkan seniman lokal yang merupakan warga asli Kampung Adat Banceuy,” ujar Oni dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Selasa (17/3/2026).
Acara dibuka dengan alunan merdu Toleat yang dibawakan oleh grup musik lokal. Suasana semakin syahdu saat sinden Yani melantunkan lagu “Jayanti”, sebuah karya yang mengisahkan kesetiaan cinta dengan latar keindahan Pantai Jayanti di Cianjur.
Kemeriahan berlanjut dengan panduan apik dari komedian Ki Daus, aktor Kang Aep Bancet, dan Ceu Popon. Mereka mempresentasikan tradisi Mandi Koneng dan Nadran, sebuah kearifan lokal yang melambangkan penyucian diri secara fisik maupun spiritual, serta bentuk penghormatan manusia terhadap alam.
Ogi SOS, mewakili SSB menegaskan seni Sunda adalah aset negara yang tak ternilai. Ia mengibaratkan budaya sebagai sumber kehidupan, layaknya air bagi manusia. Atas dasar filosofi tersebut, SSB menggandeng AQUA sebagai mitra yang dinilai sebagai simbol kemurnian alam.





































