Sentimen dari The Fed Menguat, Bagaimana Kondisi Rupiah Hari Ini

4 hours ago 14

Sentimen dari The Fed Menguat, Bagaimana Kondisi Rupiah Hari Ini

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp 17.750 per USD- Rp 17.820 per USD. ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp 17.750 per USD- Rp 17.820 per USD.

Rupiah dipengaruhi oleh global masih berlanjutnya kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” kata Rully, di Jakarta, Rabu.

Nilai tukar rupiah terhadap USD pada pembukaan perdagangan Rabu, bergerak melemah 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp 17.774 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.744 per USD, seiring eskalasi konflik antara AS dengan Iran.

Kantor Berita Rusia, Sputnik, melaporkan bahwa AS melakukan penyerangan terhadap acara pernikahan di Iran yang mengakibatkan korban jiwa empat orang.

Jika diakumulasi total serangan AS di berbagai wilayah Iran, korban yang mengalami luka-luka sebanyak 50 orang.

Sentimen lainnya berasal dari meningkatnya ekspektasi inflasi AS akan mendorong kebijakan pengetatan moneter oleh The Fed, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan ini meningkat.

“Ekspektasi pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga oleh The Fed per September meningkat menjadi 66 persen dari sebelumnya hanya 35 persen. Kenaikan bunga (diperkirakan) 25 bps (basis points) menjadi 4 persen,” ucap Rully.

Melihat sentimen domestik, surplus neraca perdagangan yang semakin kecil memberikan tekanan bagi rupiah seiring tren permintaan dolar AS yang naik untuk pemenuhan impor.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp 17.750 per USD- Rp 17.820 per USD.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |