jpnn.com - HAMILTON - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres khawatir eskalasi Timur Tengah meluas tak terkendali.
Guterres memperingatkan tentang eskalasi militer yang sedang berlangsung di seluruh Timur Tengah dan wilayah Teluk berisiko meluas "di luar kendali."
"Semua serangan ilegal di Timur Tengah dan sekitarnya menyebabkan penderitaan dan kerugian yang luar biasa bagi warga sipil di seluruh wilayah – dan menimbulkan risiko serius bagi ekonomi global, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan," kata Guterres dalam sebuah pernyataan, Jumat (6/3).
Dia menyerukan semua pihak menghentikan pertempuran dan kembali ke meja perundingan dengan serius, mengingat situasi berisiko meningkat tanpa bisa dikendalikan. "Taruhannya sangat tinggi," tambahnya.
Juru Bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers mengatakan bahwa sekjen PBB akan terus melanjutkan komunikasi dengan pihak-pihak terkait "untuk mendorong kembalinya negosiasi yang serius."
Ketika ditanya seberapa jauh situasi bisa memburuk, Dujarric mengatakan, "Tidak sulit membayangkan untuk melihat bagaimana situasi ini bisa menjadi lebih buruk lagi, termasuk ancaman terhadap persatuan negara-negara anggota tertentu, penderitaan warga sipil yang terus berlanjut, atau juga situasi yang memburuk di sekitar Selat Hormuz."
Merujuk pada kemungkinan dampak serangan terhadap pasokan energi, dia mengatakan dampaknya akan dirasakan secara global.
"Kita sudah melihat lonjakan harga minyak dan dampaknya, mengingat ketergantungan kita yang terus berlanjut pada bahan bakar fosil."










































