jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pihak Korem 072/Pamungkas memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang terjadi antara petugas pengawas lintasan (marshal) dengan ajudan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, dalam ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) di Prambanan, Minggu (21/6).
Insiden tersebut sempat viral di media sosial setelah potongan video berdurasi 25 detik memperlihatkan seorang marsah menarik seorang pelari tanpa nomor peserta atau BIB.
Ternyata, pelari yang dipaksa keluar lintasan itu adalah ajudan Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono yang bernama Serda Ainul Yaqin.
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni akibat kesalahpahaman teknis di lapangan.
"Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung," ujar Mayor Inf Suwito dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Senin (22/6).
Suwito memaparkan Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono beserta istri, anak, dan ajudan mengikuti MJM sebagai peserta resmi dengan menggunakan empat tiket umum yang telah terdaftar.
Ajudan yang bersangkutan pun disebut telah mengenakan nomor peserta (BIB) sejak awal kegiatan dimulai.
Terkait hilangnya BIB yang memicu penghentian oleh marshal, Suwito menjelaskan bahwa nomor peserta milik ajudan tersebut diduga terlepas karena situasi lintasan yang sangat padat.





































