Radikalisasi Merambah Game Online, Jadi Ancaman Baru bagi Generasi Muda

4 hours ago 14

Kamis, 18 Juni 2026 – 20:40 WIB

Radikalisasi Merambah Game Online, Jadi Ancaman Baru bagi Generasi Muda - JPNN.com Jateng

Dialog Bacaaja Goes to School: Cegah IRET Kalangan Gen-Z di Ruang Digital di Kampus Soegijapranata Catholic University (SCU), Kamis (18/6). FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Doktrin-doktrin radikalisasi sekarang ini mengalami transisi. Tidak hanya lewat media sosial, game online juga menjadi sarana empuk untuk mengalirkan ideologi radikal kepada anak-anak.

Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88 AKP Yusuf mengatakan anak-anak merupakan kelompok yang rentan menjadi sasaran penyebaran ideologi radikal karena masih berada dalam tahap perkembangan dan belum sepenuhnya memahami konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan.

"Anak-anak merupakan kelompok yang rentan. Mereka mudah menerima berbagai doktrin tanpa menyadari dampak dan konsekuensi hukumnya. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menanamkan paham yang mengarah pada radikalisme," kata AKP Yusuf dalam Bacaaja Goes to School: Cegah IRET Kalangan Gen-Z di Ruang Digital di Kampus Soegijapranata Catholic University (SCU), Kamis (18/6).

Menurutnya, anak-anak merupakan aset penting bangsa yang akan menjadi generasi penerus di masa depan. Karena itu, paparan ideologi yang mengancam keamanan negara harus dicegah sejak dini.

"Jika ideologi mereka tercampuri paham yang mengancam keamanan negara, tentu akan berbahaya. Padahal, mereka adalah aset terbaik bangsa yang diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan besar," ujarnya.

Yusuf menjelaskan upaya pencegahan terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk penyusunan regulasi bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Satu di antara langkah yang dinilai penting adalah pengendalian penggunaan gawai di lingkungan pendidikan agar anak-anak lebih banyak berinteraksi secara langsung dibandingkan menghabiskan waktu di dunia maya.

Sejumlah kasus yang ditangani Densus 88 di Jawa Tengah bermula dari interaksi dalam game online. Melalui fitur percakapan atau ruang obrolan khusus, pelaku kemudian membangun komunikasi dengan anak-anak sebelum menanamkan doktrin dan memberikan berbagai pengarahan.

Waspada! Game online menjadi pintu masuk penyebaran paham radikal ke anak-anak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |