jpnn.com, JAKARTA - Eskalasi ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memunculkan pertanyaan mendasar tentang arah tatanan global.
Apakah dunia masih berpijak pada supremasi hukum internasional atau bergerak menuju dominasi kekuatan?
Dalam buku terbarunya berjudul Mendayung Demokrasi di Era VUCA (2025), Radian Syam menegaskan demokrasi hari ini tidak berlayar di laut yang tenang.
Namun, ia bergerak di tengah gelombang volatilitas, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA) yang membentuk lanskap global baru.
Konflik geopolitik yang berkembang cepat menunjukkan bahwa stabilitas internasional tengah diuji secara serius.
Menurut Radian Syam yang juga Pakar Hukum Tata Negara, konflik antarnegara bukanlah fenomena baru.
Namun yang membedakan era ini adalah kecepatan eskalasi dan dampak sistemiknya.
Dalam hitungan jam, respons militer maupun diplomatik dapat mengubah konfigurasi kawasan dan memicu instabilitas global.











































