jpnn.com, JAKARTA - Green Innovation Cooperation Center (GICC) menyelenggarakan Seminar GICC bertema “Enhancing the Sustainability of a Green Economy through the Utilization of Renewable Energy and Sustainable Finance by Strengthening MSMEs and Cooperatives in the ASEAN Region”.
Acara itu bekerja sama dengan ASEAN-ROK Financial Cooperation Centre, BINUS University, Innobiz Association, serta didukung oleh Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM Republik Indonesia.
GICC sendiri merupakan sebuah inisiatif yang dibentuk di bawahASEIC (ASEM SMEs Eco-Innovation Center), sebuah organisasi yang berbasis di Republik Korea yang berfokus pada pengembangan eco-innovation serta penguatan kapasitas UMKM di negara-negara mitra ASEM.
Seminar itu diselenggarakan di BINUS University Bekasi itu menjadi platform strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama dari pemerintah, akademisi, industri, dan organisasi internasional untuk membahas transisi ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan di ASEAN.
Direktur GICC Kim Heesoon menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
“Untuk membangun ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor sangat penting, denganUMKM dan koperasi sebagai pilar utama ekonomi ASEAN,” ucap Heesoon.
Seminar itu membahas berbagai topik strategis, termasuk pemanfaatan teknologi energi terbarukan untuk UMKM, penguatan pembiayaan berkelanjutan, serta integrasi inovasi digital untuk mendukung transformasi bisnis menuju ekonomi hijau.
Sementara itu, Pembicara Seminar (Analis Dekarbonisasi Bisnis di University of Oxford) Andi Darell Alhakim menuturkan bahwa transisi menuju keberlanjutan sering kali dimulai dari langkah sederhana yang dapat dilakukan.








































