jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) resmi meluncurkan ekosistem Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) di Yogyakarta. Inovasi ini hadir untuk mendukung kenyamanan transportasi wisata sekaligus memperkuat identitas budaya Yogyakarta yang ramah lingkungan.
Penyerahan unit Bekalista dilakukan secara simbolis kepada 15 perwakilan pengayuh becak dari total 80 penerima di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, bertempat di Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Kamis (16/7).
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti menegaskan bahwa Bekalista dirancang untuk menjaga kelestarian becak tradisional dengan sentuhan teknologi modern.
"Bekalista dikembangkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan transportasi wisata tanpa menghilangkan identitas budaya Yogyakarta. Becak ini sangat ibu-ibu friendly sehingga tidak menyulitkan saat dinaiki. Kami yakin ini akan sangat membantu operasional sehari-hari," ujar Astera.
Inovasi ini sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 5 Tahun 2016 dan Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor 39 Tahun 2024 yang membuka ruang bagi becak kayuh untuk mengadopsi teknologi motor listrik.
Menariknya, pengembangan ekosistem Bekalista melibatkan 100 persen tenaga lokal. Mulai dari tenaga ahli fabrikasi, perakitan, hingga kelistrikan kendaraan listrik.
Pelibatan sekolah kejuruan, khususnya SMK Negeri 3 Yogyakarta, juga menjadi poin penting dalam memperkuat teaching factory di daerah tersebut.
Guna menjamin operasional yang berkelanjutan, Kemenkeu tidak hanya menyediakan armada becak, tetapi juga membangun ekosistem pendukung yang meliputi satu unit bengkel bergerak (mobile workshop), 12 stasiun pengisian daya (charging station), delapan unit baterai cadangan, dan bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta.


















.jpeg)


















