jpnn.com, JAKARTA - Program “Mudik ke Jakarta” yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuai berbagai respons positif. Program ini berhasil mengubah narasi Lebaran dari sekadar arus keluar Jakarta menjadi peluang wisata dan ekonomi bagi Ibu Kota.
Pengamat komunikasi Wahyuningsih Subekti menilai bahwa strategi komunikasi yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta dalam mempromosikan program ini sangat cerdas dan inovatif.
Menurut Wahyuningsih, selama ini narasi Lebaran selalu identik dengan orang yang keluar dari Jakarta menuju kampung halaman. Gubernur berhasil mengubah pola pikir tersebut dengan menawarkan Jakarta sebagai destinasi wisata yang menarik.
“Pak Gubernur tidak hanya bicara soal mengurai macet, tetapi juga menghidupkan ekonomi kota saat musim libur. Ini adalah bentuk komunikasi yang berani karena berani menawarkan hal baru yang selama ini tidak terpikirkan oleh banyak pihak,” ujar Wahyuningsih Subekti.
Wahyuningsih menilai kombinasi promosi secara online dan offline yang dilakukan sangat efektif dalam membangun awareness publik. Media digital digunakan untuk menyebarkan informasi secara cepat dan luas, sementara pendekatan offline memberikan rasa percaya dan keakraban.
Dia juga memuji peran Jakarta Experience Board (JXB) yang secara aktif melakukan promosi lintas kota, termasuk ke Surabaya dan Semarang.
“Langkah tim JXB yang datang langsung ke Surabaya dan Semarang adalah cara jemput bola yang sangat tepat. Dengan hadir langsung di sana, Jakarta menunjukkan sikap ramah dan serius mengundang warga daerah untuk berlibur. Orang merasa disambut dengan tangan terbuka di Ibu Kota,” katanya.
Wahyuningsih Subekti juga menyoroti keberhasilan storytelling dalam kampanye “Belanja Senang Cuan Datang”. Melalui narasi ini, persepsi Jakarta berhasil diubah dari sekadar kota kerja yang sibuk dan macet menjadi destinasi liburan Lebaran yang menyenangkan.








































