Produk Herbal Palsu Marak Beredar, Penderita Diabetes Harus Lebih Jeli

4 hours ago 22

Produk Herbal Palsu Marak Beredar, Penderita Diabetes Harus Lebih Jeli

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Meningkatnya angka penderita diabetes memicu tingginya permintaan akan produk herbal sebagai alternatif pengobatan yang terjangkau. Foto source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia kini menghadapi krisis kesehatan serius dengan menempati peringkat kelima dunia untuk jumlah penderita diabetes.

Data dari International Diabetes Federation (IDF) pada 2024 mencatat ada 20,4 juta penderita diabetes di tanah air, dengan prevalensi mencapai 11,3 persen.

Angka ini diprediksi akan melonjak hingga 28,6 juta orang pada 2045. Hal itu tentu menjadi ancaman serius di tengah upaya pencegahan penyakit itu sejak dini.

Meningkatnya angka penderita diabetes memicu tingginya permintaan akan produk herbal sebagai alternatif pengobatan yang terjangkau.

"Sayangnya, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk mengedarkan produk herbal palsu yang membahayakan kesehatan," kata Direktur PT Hollis Media Bariklana, Akhmad Rois.

Dia mengaku prihatin maraknya produk palsu di tengah krisis diabetes nasional.

Menurutnya, penderita diabetes menjadi target empuk karena kebutuhan akan pengobatan seumur hidup dan keinginan mencari alternatif biaya rendah.

"Produk palsu bisa mengandung bahan berbahaya atau gula tersembunyi yang justru memperburuk kondisi pasien," jelas Akhmad.

Produk herbal palsu mengintai penderita diabetes, konsumen diminta waspada dan tidar tergiur harga murah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |