jpnn.com, JAKARTA - Samsung Electronics Indonesia meningkatkan kemampuan layar pada Galaxy S26 Ultra melalui fitur Privacy Display.
Fitur itu dirancang untuk membantu menjaga privasi visual saat pengguna membuka informasi sensitif di ruang publik
Saat ini keamanan data seiring perkembangan digitalisasi semakin merambah berbagai aspek kehidupan. Di era serba digital, ketika PIN, password, OTP, atau detail transaksi terlihat orang lain, risikonya bisa berujung pada penyalahgunaan akun dan kerugian finansial.
Dalam situasi sederhana seperti membalas chat dan orang di sebelah ikut membaca, privasi yang hilang bisa berarti informasi pribadi tersebar tanpa kendali, dan itu jelas bukan pilihan.
Karena itu, masyarakat perlu punya HP yang memiliki fitur perlindungan yang andal. Apalagi, pencurian data dapat dilakukan dengan banyak cara, shoulder surfing misalnya.
Shoulder surfing adalah teknik pencurian data dengan mengamati korban yang sedang mengakses informasi pribadinya, misalnya saat log in aplikasi mobile banking.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan mengungkapkan Privacy Display adalah terobosan revolusioner dari tim engineering Samsung yang mampu mencegah orang lain mengintip layar tanpa mengganggu kenyamanan pengguna saat menggunakan HP.
"Jadi, pengguna bisa merasa lebih aman dan nyaman saat menjalani rutinitas dan mobilitas, termasuk dalam bertransaksi dan bekerja di mana saja,” ujar Ilham.









































