jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyatakan sangat prihatin dengan terjadinya perang yang dilakukan AS dan Israel atas Iran yang menjauhkan kawasan dari “peace” perdamaian yang meruntuhkan legitimasi Board of Peace.
HNW mengingatkan Presiden Prabowo bila akan melakukan mediasi, sebagaimana dikabarkan oleh Menlu RI, untuk tetap dalam koridor konsistensi melaksanakan Konstitusi.
Sehingga bukan hanya memediasi untuk penghentian perang Amerika Serikat&Israel atas Iran yang terbukti menjauhkan kawasan dari “perdamaian”/peace, tapi juga untuk hentikan perang antara Pakistan dan Afghanistan.
Itu semuanya sebagai sebagai bentuk konsistensi pelaksananaan alinea ke 4 Pembukaan UUDNRI 1945, yakni antara lain turut aktif mewujudkan perdamaian dunia.
Sebagai negara berdaulat yang tetap bebas aktif turut serta menghadirkan perdamaian, menghentikan perang, dan mempersiapkan situasi yang kondusif di Timur Tengah dan di kawasan internasional lainnya.
“Pernyataan Kementerian Luar Negeri bahwa Presiden Prabowo siap melakukan mediasi, apabila disetujui kedua belah pihak, bahkan bersedia untuk bertolak ke Teheran, perlu diingatkan koridor Konstitusionalnya," ungkap melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (1/3).
Memang benar serangan perang AS dan Israel atas Iran telah menjauhkan terwujudnya perdamaian dan stabilitas kawasan di Timur Tengah dan keamanan global.
Tapi yang terjadi dalam perang Pakistan vs Afghanistan juga tidak hadirkan perdamaian sebagaimana diharapkan oleh Konstitusi.












































