jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengaku tidak paham Dana Operasional Presiden dan bantuan presiden (banpres) dihabiskan lebih dari 70 persen untuk membeli sapi kurban.
Sebab, dia mengatakan dana DOP dan banpres setiap tahunnya dianggarkan berkisar Rp 100-160 miliar.
Hal demikian dikatakan Ray menyikapi kabar Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan kurban sapi dengan menghabiskan Rp 100 miliar dari APBN.
"Dengan mengeluarkan dana Rp100 miliar untuk sapi kurban tok, rasanya kurang strategis, bahkan cenderung berlebihan," kata dia melalui layanan pesan, Jumat (29/5).
Dia mengatakan saat ini masih berada di bulan enam dalam kalender tahunan.
Artinya, 60 persen dana DOP dan banpres terpakai setengah setelah Prabowo menyalurkan kurban sapi menghabiskan Rp 100 miliar.
"Setengah tahun ke depan, hanya tersisa 40 persen," ujarnya.
Ray menuturkan dana BOP dan banpres itu umumnya disiapkan untuk keperluan darurat, tetapi belum masuk ke UU APBN.





































