jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kepolisian Resor (Polres) Bantul resmi memulai Operasi Ketupat Progo 2026 guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa mudik Lebaran. Sebanyak 550 personel gabungan dikerahkan dalam operasi yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Dalam arahannya, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto memberikan sorotan khusus pada situasi geopolitik dunia, terutama konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Ia menilai ketegangan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas harga energi global.
"Indonesia terus berperan aktif dalam diplomasi internasional serta memastikan stok BBM dan LPG nasional tetap mencukupi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying," tegas AKBP Bayu, Kamis (12/3).
Selain pengamanan jalur mudik, Kapolres menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan patroli pada jam-jam rawan guna mengantisipasi tindak kriminalitas. Fokus utama petugas adalah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik.
Sebagai langkah preventif, Polres Bantul memberikan solusi bagi warga yang khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah.
"Kami menyediakan layanan penitipan kendaraan di markas kepolisian bagi masyarakat yang ingin mudik dengan rasa aman," tambahnya.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menekankan bahwa operasi ini mengedepankan tindakan preventif demi menciptakan kelancaran lalu lintas dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.







































