jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menjamin keamanan pasokan BBM dan LPG serta kelancaran distribusi untuk wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat. Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga membentuk Tim Satuan Tugas (SATGAS) Pengendalian dan Pemantauan Penyaluran Energi masa Ramadan dan Raya Idulfitri (RAFI) 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB Susanto August Satria mengatakan bahwa stok BBM dan LPG saat ini dalam kondisi aman dan seluruh infrastruktur telah disiagakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan energi masyarakat.
“Stok BBM dan LPG di wilayah Jawa Bagian Barat dan sekitarnya berada pada level aman. Kami juga telah melakukan build up stok atau penambahan cadangan pasokan energi di sejumlah titik distribusi guna mengantisipasi potensi peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri 2026,” tutur Satria, Sabtu (7/3).
Satria menambahkan, Pertamina Patra Niaga Regional JBB melakukan antisipasi terjadinya peningkatan permintaan dengan mengimplementasikan metode Regular, Alternative Emergency (RAE) dalam mengelola rantai pasok dan distribusi BBM maupun LPG ke wilayah Jawa Bagian Barat dan sekitarnya agar berlangsung normal dan berkelanjutan.
“Pertamina memiliki berbagai langkah mitigasi untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga dan memiliki sistem pengelolaan energi yang saling terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di Kilang, transportasi, hingga pendistribusian ke masyarakat sehingga ketahanan energi tetap terjaga,” tambahnya.
Dalam masa Satgas Ramadan dan Idulfitri ini, Satria menerangkan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menambah layanan ekstra mulai dari SPBU 24 jam hingga menghadirkan Mini Serambi MyPertamina di 9 titik SPBU yang ramai dilalui pemudik.
Satria juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebihan, penimbunan, menggunakan BBM dan LPG sesuai peruntukannya agar distribusi energi berjalan tepat sasaran serta terukur.
“Masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena pasokan energi akan terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik serta tepat di masyarakat,” tutup Satria.










































