jpnn.com, JAKARTA - Program Zmart yang diinisiasi Baznas terus diperkuat sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha ritel mikro.
Inisiatif ini kembali digulirkan di Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang dengan sasaran utama pemilik warung kecil.
Ketua Baznas KH. Noor Achmad menjelaskan Zmart dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.
Program ini memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari tambahan modal, perlengkapan usaha, hingga pendampingan manajemen warung agar lebih modern dan kompetitif.
“Semua zakat yang muzaki salurkan melalui Baznas kami optimalkan untuk kemaslahatan umat, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi mustahik lewat program Zmart ini,” ujar Kiai Noor.
Untuk implementasi di tiga wilayah tersebut, Baznas mengalokasikan total anggaran Rp720 juta. Setiap daerah memperoleh Rp 240 juta dengan masing-masing 30 mustahik sebagai penerima manfaat program.
Secara nasional, program Zmart menunjukkan ekspansi signifikan. Hingga Januari 2026, tercatat 4.805 unit Zmart telah tersebar di 115 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.
Baznas menegaskan Zmart tidak ditujukan untuk menyaingi ritel modern, melainkan memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan.












































