jpnn.com, JAKARTA - Banyak pemilik mobil masih membawa kebiasaan lama ketika hendak meninggalkan kendaraan dalam waktu panjang—termasuk saat mudik—yakni melepas terminal aki agar tidak tekor.
Namun, kebiasaan itu justru tidak lagi relevan untuk mobil modern, apalagi kendaraan listrik.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa sistem kelistrikan mobil keluaran terbaru jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.
"Jika dahulu melepas aki bisa menjadi solusi sederhana mencegah soak, kini tindakan tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru," kata dia.
Mobil modern menyimpan banyak pengaturan elektronik—mulai dari memori sistem hiburan, konfigurasi komputer kendaraan, hingga berbagai sensor—yang bisa ikut ter-reset ketika suplai listrik terputus.
Dampaknya baru terasa saat kendaraan dipakai kembali: pengaturan berubah, sistem perlu kalibrasi ulang, bahkan bisa muncul peringatan error.
Pada mobil listrik, ceritanya lebih sensitif lagi. Meski memiliki baterai utama bertegangan tinggi sebagai sumber tenaga penggerak, EV tetap bergantung pada aki 12 volt untuk menghidupkan sistem dasar seperti komputer, kunci pintu elektronik, hingga layar kontrol.
Jika aki pendukung dilepas atau bermasalah, mobil bisa gagal “bangun”, walaupun baterai utama penuh.












































