jpnn.com, PALANGKARAYA - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta seluruh kekuatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dioptimalkan, termasuk pengerahan armada udara untuk mempercepat pemadaman di wilayah yang masih terdapat titik api.
Arahan tersebut disampaikan Agustiar saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (29/8).
Dalam rapat tersebut, Agustiar menekankan pentingnya memperkuat operasi water bombing untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat.
“Kekuatan yang kita miliki harus dimaksimalkan. Untuk titik-titik yang sulit dijangkau melalui darat, operasi water bombing harus dioptimalkan agar pemadaman bisa dilakukan lebih cepat,” tegas Agustiar.
Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng Ahmad Toyib, masih terdapat 15 titik kebakaran yang belum berhasil dipadamkan.
Sementara itu, 10 titik yang sebelumnya menjadi lokasi dengan kondisi terparah telah berhasil dipadamkan.
Untuk mendukung pemadaman dari udara, saat ini telah dikerahkan lima unit helikopter water bombing.
Namun, tiga unit di antaranya masih aktif beroperasi, sedangkan dua unit lainnya dalam tahap perawatan atau menunggu suku cadang.








































