jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bakal berlangsung hingga Kamis (22/1).
Menurut Pramono, OMC sudah dilakukan sejak 15 Januari lalu lantaran curah hujan yang tinggi di ibu kota.
“Ini sudah kita lakukan sejak tanggal 15 sampai dengan 22. Kemarin hari minggu sampai tiga kali penerbangan,” ucap Pramono di Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (19/1).
Pramono menuturkan bahwa pada hari Minggu kemarin hujan mengguyur Jakarta cukup deras sehingga harus melakukan OMC tiga kali.
Orang nomor satu di Jakarta itu mengaku lega karena saat ini sudah lebih canggih dan ilmiah sehingga modifikasi cuaca bisa lebih cepat berpengaruh.
“Di Jakarta Utara ada delapan titik untuk menghitung curah hujan itu rata-rata 260 milimeter. Ada bahkan yang sampai dengan 280 dan itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat sebagai Gubernur Jakarta,” jelasnya.
Pram menegaskan bahwa penanganan dengan melakukan OMC adalah tanggung jawabnya sebagai gubernur agar hujan deras tidak menyebabkan banjir.
Untuk anggaran OMC sendiri diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) lantaran Pram menilai permasalahan banjir harus segera diselesaikan.














































