jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Dapil Maluku Mercy Chriesty Barends mendesak pemerintah segera mengambil langkah terpadu untuk memulangkan jenazah dua Anak Buah Kapal (ABK) asal Seram Bagian Barat yang meninggal dunia di perairan Amerika Latin.
Kedua korban, yakni Edi Suriadi dan Salman Suriadi, asal Dusun Liaela, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, itu dilaporkan meninggal dunia saat tengah bekerja di atas kapal ikan asing.
Mercy mengonfirmasi telah melakukan koordinasi intensif sejak Selasa (22/9) pagi bersama tiga instansi kunci, yaitu Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Direktur PWNI Kementerian Luar Negeri, serta Tenaga Ahli Menteri HAM Bidang Human Trafficking dan HAM Berat, Gabriel Goa.
Mercy menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga kedua korban.
“Ini duka yang sangat berat. Dua orang anak dari satu keluarga pergi jauh mencari nafkah, kemudian keduanya meninggal dunia di tengah laut dan sampai sekarang keluarga masih menunggu kepulangan jenazah mereka. Prioritas kita sekarang adalah memastikan kedua jenazah dapat segera dipulangkan ke Maluku dan seluruh hak almarhum serta keluarga diselesaikan,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, kedua korban mulai bekerja di kapal asing Fuyang 01 sejak Januari 2026 melalui agen perekrut yang disebut-sebut bernama PT AINO.
Kasus ini bermula ketika Salman Suriadi dilaporkan meninggal dunia saat kapal berada di perairan Argentina pada 31 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Keluarga memperoleh informasi mengenai meninggalnya Salman pada 1 September 2026.
Belum selesai duka menyelimuti keluarga, sang kakak, Edi Suriadi, juga dilaporkan mengembuskan napas terakhir karena sakit di atas kapal yang sama pada 17 September 2026. Keluarga korban baru menerima kepastian kabar tersebut masing-masing sehari setelah kejadian melalui komunikasi dengan sesama ABK.

















































