Mendengar Sebelum Terlambat

3 hours ago 16

Oleh: Ir. Ibnu Prakoso, M.Sos - Alumnus PPRA LVIII Lemhannas RI dan Ketua Bidang Pengkaderan DPP IKAL-Lemhannas

Mendengar Sebelum Terlambat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Alumnus PPRA LVIII Lemhannas RI dan Ketua Bidang Pengkaderan DPP IKAL-Lemhannas Ir. Ibnu Prakoso, M.Sos. Foto: Source for JPNN

jpnn.com - Beberapa hari terakhir, ruang publik diwarnai berbagai peristiwa yang menarik untuk dicermati.

Demonstrasi mahasiswa dengan tajuk “Menuju Indonesia Bangkrut”, polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga BBM nonsubsidi, pelemahan daya beli masyarakat, hingga perdebatan mengenai perluasan peran institusi negara dalam ruang sipil, menjadi bagian dari percakapan nasional yang makin intens.

Sebagian pihak mungkin melihat berbagai peristiwa tersebut sebagai fenomena yang berdiri sendiri.

Namun, jika dicermati lebih dalam, semuanya sesungguhnya mengarah pada satu persoalan mendasar, yaitu hubungan antara pemerintah dan kepercayaan publik.

Pemerintah tentu memiliki alasan untuk menyampaikan optimisme. Berbagai program strategis sedang dijalankan.

Stabilitas politik relatif terjaga. Nilai tukar rupiah bahkan mulai menunjukkan penguatan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan.

Arus modal asing juga kembali masuk ke instrumen keuangan domestik.

Namun di sisi lain, sebagian masyarakat merasakan realitas yang berbeda.

Demonstrasi mahasiswa sesungguhnya mengarah pada satu persoalan mendasar, yaitu hubungan antara pemerintah dan kepercayaan publik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |