jpnn.com - Ada ironi menarik menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Muktamar secara resmi digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026.
Namun, sehari menjelang pembukaan, perhatian publik justru kembali tertuju kepada Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Di tempat inilah para kiai sepuh berkumpul.
Bukan untuk berebut posisi.
Bukan untuk mengumumkan siapa yang harus menang.
Untuk mengingatkan satu hal yang jauh lebih mendasar: jaga muruah NU. Hindari tekanan. Jangan biarkan pertikaian merusak persaudaraan.
Pesan tersebut bukan sekadar pernyataan menjelang Muktamar. Ia seperti cermin yang memantulkan pertanyaan lebih besar:









































