jpnn.com, JAKARTA - Penanganan ikan sapu-sapu di Jakarta Pusat mendadak jadi sorotan publik setelah Miss Earth 2019 Lirabica melontarkan kecaman keras terhadap tindakan yang dinilai kejam.
Dia menyoroti langkah yang dilakukan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin yang dianggap menggunakan cara kejam dalam mengatasi populasi ikan tersebut.
Lirabica menilai tindakan tersebut mencerminkan kurangnya empati terhadap makhluk hidup.
Dia menegaskan bahwa masih banyak pendekatan yang lebih manusiawi dan beradab tanpa harus menyakiti atau membunuh.
Tidak hanya itu, dia juga menyinggung berbagai persoalan besar di Jakarta yang menurutnya jauh lebih mendesak untuk ditangani. Mulai dari persoalan sampah, banjir, hingga premanisme dinilai lebih krusial dibandingkan tindakan terhadap ikan sapu-sapu.
"Saya mengecam keras tindakan kejam yang terjadi pada hari Jumat, 10 April 2026, ikan sapu-sapu yang dibunuh secara kejam, dijaring, dipatahkan, dimasukkan ke karung, dan dikubur. Masih banyak cara yang lebih beradab dan berempati tanpa menyakiti bahkan membunuh sesama makhluk ciptaan Allah," ujar Lirabica dalam pernyataannya, Senin (13/4).
Sebagai pencinta dan aktivis hewan, Lirabica menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam.
Lirabica bahkan membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi pencinta hewan di Indonesia serta pemerintah guna mendapat solusi yang lebih bijak.








































