jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut pemerintah perlu mewaspadai peta politik di tingkat global, termasuk dampak tarif impor dari Amerika Serikat (AS), dalam menjaga kestabilan ekonomi di Tanah Air.
Menurutnya, kewaspadaan perlu diterapkan meski Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada dalam momentum penguatan.
Hal itu disampaikan Dave dalam Seminar Nasional 2026 bertema Dynamic Resilience: Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional di Tengah Ketidak pastian Global yang diselenggarakan Forum Diskusi Nasional (FDN) dan Pimpinan Pusat Kooektif (PPK) Kosgoro 1957 di Kampus IBI-Kosgoro 1957, Jakarta Selatan, Rabu (25/2) kemarin.
"Berbagai risiko global perlu terus diwaspadai, termasuk, dampak tarif impor AS, konfrontasi geoekonomi, tren reshoring dan friendhoring, dan eskalasi ketegangan geopolitik," kata dia.
Diketahui, acara tersebut menghadirkan beberapa panelis seperti Kepala Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data (IKAD) di BSKLN Gita Loka Murti dan diplomat Nana Yuliana serta dimoderatori Direktur Riset dan Pengembangan Indo-Pacific Strategic
Intelligence (ISI) dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional Montratama.
Dave menekankan KSSK perlu menguatkan sinergi dan koordinasi kebijakan antarlembaga guna memastikan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) terjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Dari perspektif hubungan internasional, eskalasi ketegangan geopolitik dan friksi geoekonomi, perang tarif, perang teknologi, fragmentasi rantai pasok, serta persaingan atas sumber daya strategis membentuk ulang pola kompetisi global," ujarnya.












































