KPK Bawa Bupati Langkat ke Jakarta Seusai OTT Proyek Suap

2 hours ago 19

KPK Bawa Bupati Langkat ke Jakarta Seusai OTT Proyek Suap

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Arsip Foto - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menghadiri sekaligus membuka kegiatan Halalbihalal dan Dialog Keislaman yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat di Ruang Pola, Kantor Bupati Langkat, Senin (6/4/2026). ANTARA/Handout/am.

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (3/7), untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa Bupati dijadwalkan tiba siang hari itu. "Yang dibawa ke Jakarta satu orang, yaitu Bupati. Siang ini dijadwalkan tiba di Gedung Merah Putih KPK," ujarnya.

Syah Afandin dibawa ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan awal di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Setibanya di Gedung Merah Putih, penyidik akan melanjutkan pemeriksaan secara intensif, termasuk mendalami kemungkinan adanya penerimaan lain yang diduga diterima oleh Bupati Langkat.

"Nanti akan didalami dan ditelusuri, apakah juga ada penerimaan-penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan oleh Bupati," ujar Budi.

OTT terhadap Bupati Langkat merupakan operasi tangkap tangan ke-15 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Dalam operasi yang berlangsung pada Kamis (2/7) malam itu, KPK menangkap tujuh orang di tiga lokasi, yaitu Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan.

Selain Bupati, enam orang lainnya yang diamankan terdiri atas seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Langkat dan lima orang dari pihak swasta.

Bupati Langkat diamankan di rumah pribadinya yang berlokasi di wilayah Medan, bukan saat menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) seperti yang sempat beredar. KPK juga telah memasang garis penyegelan di sejumlah lokasi untuk kebutuhan penyidikan lebih lanjut.

Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang tunai sekitar ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan suap proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.

KPK bawa Bupati Langkat ke Jakarta seusai OTT dugaan suap proyek Dinas Pendidikan dan Perkim.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |