jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian menyosialisasikan metode pertanaman Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) dan diikuti oleh seluruh penyuluh pertanian pada Kamis (2/7).
Sosialisasi menghadirkan narasumber Rina Hapsari Wening (BRMP Padi) Wage Ratna Rohaeni (BRMP Padi) dan Ibrahim Adamy Sipahutar (Kepala BRMP Tanah dan Pupuk) yang membahas konsep, penerapan budi daya, serta pengelolaan kesuburan tanah dalam implementasi PM-AAS.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan swasembada pangan.
"Peningkatan produksi tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa, harus memanfaatkan inovasi, mekanisasi, dan teknologi agar produktivitas meningkat serta kesejahteraan petani semakin baik," ujar Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mempercepat adopsi inovasi di tingkat petani.
"Keberhasilan implementasi PM-AAS sangat ditentukan oleh kapasitas penyuluh dalam mendampingi petani. Penyuluh harus mampu menerjemahkan setiap inovasi dan teknologi menjadi praktik budi daya yang mudah dipahami dan diterapkan di lapangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani," ujar Idha.
Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro berharap para penyuluh dapat mengimplementasikan PM-AAS di lapangan serta terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendampingi petani.
"Melalui webinar ini kami berharap penyuluh tidak hanya memahami konsep PM-AAS, tetapi juga mampu mengimplementasikannya bersama petani di wilayah binaannya," katanya.








































