bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster menghadiri Rapat Paripurna ke-23 DPRD Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (19/1).
Rapat paripurna ini mengagendakan penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Bali terhadap Raperda Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada Perseroan Terbatas Bank BPD Bali.
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya dan dihadiri oleh seluruh anggota DPRD, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta jajaran perangkat daerah terkait.
Mayoritas fraksi-fraksi mendukung langkah strategis Gubernur Bali Wayan Koster menambah penyertaan modal ke banknya krama Bali, BPD Bali.
Juru bicara Fraksi Demokrat–NasDem DPRD Bali Gede Ghumi Asvatham menyatakan sependapat dengan Gubernur Koster bahwa penguatan permodalan Bank BPD Bali merupakan langkah strategis di tengah tantangan dan konsolidasi industri perbankan nasional.
Fraksi ini juga mengapresiasi kebijakan optimalisasi aset tanah daerah di kawasan Nusa Dua yang dinilai mampu memberikan manfaat fiskal lebih cepat melalui mekanisme pembayaran di muka.
Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung penambahan penyertaan modal daerah pada Bank BPD Bali.
Juru bicara Fraksi Golkar Agung Bagus Tri Candra Arka menegaskan bahwa penambahan penyertaan modal daerah merupakan kebijakan strategis.











































