jpnn.com - JAKARTA - Koops TNI Habema memburu kelompok separatis yang membunuh pilot pesawat AMA Air PK-RCY Nicholas F. Goselin di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengaku pihaknya sudah mengidentifikasi siapa kelompok yang bertanggung jawab atas tewasnya Nicholas.
"Pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA Air dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak," ungkap dia dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (3/7).
Saat ini, Koops TNI tengah mengumpulkan ragam petunjuk untuk mencari tahu lokasi para kelompok separatis itu. Di saat yang sama, personel Habema juga dikerahkan untuk memperketat pengawasan di lokasi penembakan. Hal itu dilakukan agar tidak ada serangan susulan yang berpotensi mengancam keamanan warga sekitar.
"Patroli juga dilakukan dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga," ucap Wirya.
Dalam siaran pers itu dijelaskan bahwa operasi pengejaran dilakukan seusai Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah di lokasi penembakan. Menurut Wirya, operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal.
“Seluruh proses dilaksanakan mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian mengingat medan operasi berada di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi," kata Wirya.
Setelah dievakuasi, kata Wirya, jenazah tersebut akan dibawa ke Timika, Papua Tengah untuk selanjutnya diserahkan ke pihak berwajib sesuai dengan proses yang berlaku.







































