jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah bisa menanggung biaya dan santunan bagi korban kecelakaan kereta di Bekasi yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
Diketahui, tujuh jiwa meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka setelah terjadi kecelakaan kereta di Bekasi.
"Sepenuhnya pembiayaan dan penanganan penyantunan bisa sepenuhnya ditangani oleh pemerintah," kata Huda kepada awak media, Selasa (28/4).
Legislator fraksi PKB itu juga meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun ke lapangan melakukan investigasi mencari tahu penyebab kecelakaan.
“Dalam jangka pendek ini secara bersamaan kami minta teman-teman KNKT langsung turun ke lapangan dan memastikan melakukan investigasi tuntas penyebab dari kecelakaan ini,” ujarnya.
Adapun, kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4) malam, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Huda juga meminta pihak KAI dan stakeholder terkait mengevaluasi menyeluruh perihal perlintasan sebidang di seluruh Indonesia.
Dalam insiden Argo Bromo menabrak KRL di stasiun Bekasi Timur, kecelakaan disinyalir akibat mobil taksi hijau yang berhenti di perlintasan sebidang.









































