jpnn.com - Kolagen memiliki peran penting dalam menjaga kulit tetap kencang, kenyal, dan tampak muda. Namun, produksi kolagen alami tubuh mulai berkurang sejak usia 20 tahun.
"Kondisi ini menjadi salah satu alasan perawatan estetika preventif semakin diminati, terutama oleh kalangan usia produktif dan Gen Z," kata Founder Beauty Sister Clinic, dr. Elizabeth Lisa, Jumat (3/7).
Dia menjelaskan, penurunan kolagen terjadi secara bertahap setiap tahun. Jika tidak dirawat sejak dini, tanda-tanda penuaan seperti kulit kendur, garis halus, keriput, hingga perubahan kontur wajah dapat semakin terlihat.
"Mulai usia 20 tahun, kolagen yang hilang sekitar satu persen setiap tahun dan di usia 40 tahun, sekitar 20 persen kolagen telah berkurang. Karena itu, perawatan preventif lebih baik dilakukan sejak dini dibandingkan menunggu tanda-tanda penuaan semakin jelas," ujar dr. Lisa.
Menurutnya, berkurangnya kolagen membuat kulit kehilangan elastisitas dan kekencangan. Sementara itu, berkurangnya volume lemak di bawah kulit dapat menyebabkan munculnya cekungan di area wajah, seperti bawah mata dan pipi.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kini berkembang pendekatan perawatan kombinasi antara collagen stimulator PLLA-SCA dan filler NASHA & OBT. PLLA-SCA bekerja merangsang produksi kolagen alami tubuh sehingga hasilnya muncul bertahap, sedangkan filler NASHA & OBT membantu memperbaiki kontur wajah secara lebih instan.
Dengan dua teknologi ini, dokter dapat memberikan personalized treatment sehingga hasilnya lebih natural, proporsional, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien.
"Filler memberikan hasil instan untuk memperbaiki kontur wajah, sedangkan collagen stimulator bekerja bertahap dengan hasil yang semakin terlihat seiring waktu," jelasnya.








































